oleh Rida Rosida

Judul tulisan ini saya buat sedemikian rupa dikarenakan untuk menyambut gayung keingin tahuan   beberapa rekan dan beberapa rekanan ortu yang banyak bertanya tentang tujuan studi saya di negeri tetangganya India alias Pakistan.

Beberapa rekan di tanah air saat ini kembali menunjukkan kenaikan minat untuk melanjutkan studi di Negeri Benazir Bhutto alias Pakistan. Meski pemberitaan tentang Pakistan yang memang selalu pasang surut dan terkesan ‘heboh’ dan mungkin untuk beberapa kalangan selalu terkesan ‘horor’. Memang tidak salah anggapan yang telah tercipta tersebut karena memang selama ini berita-berita yang ada di media-media seringkali lebay. Sehingga terciptalah image yang belajar ke Pakistan itu pastinya bergaris keras. Padahal gak sepenuhnya bener lho berita-berita itu. :D .

Misalnya ada berita bom di satu titik di Pakistan, bukan berarti di titik-titik lainnya serupa terjadi hal yang sama. Sama seperti berita gempa di Indonesia yang tersiar di luar tanah air selalu terkesan menegangkan dan ‘nakutin’. Padahal itu cuma terjadi di 1 titik juga. Jadi jangan ditelan bulat-bulat apapun yang anda dengar dan lihat di layar kaca…:D

PELAJAR DI PAKISTAN

Naah…supaya tak penasaran bagaimana sebenarnya kehidupan mahasiswa di Pakistan? Berdasarkan pengalaman penulis pribadi beberapa rekan pelajar dan mahasiswa di Pakistan, situasi Pakistan memang dari ‘dulu’nya memang penuh dengan situasi yang tidak menentu. Dari sikon sosial politik dan ekonominya yang menurut penulis agak sulit diprediksi

Namun di balik situasi Pakistan yang makin tak menentu, minat pelajar di Pakistan terutama di IIUI malah meningkat cukup signifikan. Termasuk pelajar asal China (yang saat ini jumlahnya sudah hampir seribu pelajar lebih bila ditotal), Thailand (yang mulai terlihat bertambah dari tahun ke tahun), Kenya, Somalia, Ethiopia, Afghanistan, Turki, Palestina, Yaman dan tentu saja dari Tanah air, Indonesia termasuk saya yang saat ini masih ‘betah’ di sini. :P

Adapun jurusan yang diminati mahasiswa China adalah Islamic studies, Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan termasuk Translation Department (Bahasa Arab dan Inggris. Di Translation Department IIUI saat ini masih ekslusif untuk Pelajar China saja. Department ‘spesial’ ini sepertinya terwujud bekat kedekatan dua negara sahabat tersebut (China-Pakistan). Sedangkan pelajar Thailand kebanyakan mengambil sastra Arab sebagai pilihan meski sebagian lainnya ada juga yang mengambil ekonomi dsb.

Lain halnya dengan pelajar Indonesia. Dari data yang diperoleh jurusan yang diambil oleh mahasiswa Indonesia lebih beragam termasuk Islamic Studies, Shariah and Law (hukum syariah+hukum konstusi British), Ekonomi (termasuk di dalamnya ada jurusan Islamic Banking and Finance), Sastra Arab, Sastra Inggris, Education. Pelajar Indonesia yang paling senior saat ini mengambil program Phd Ekonomi.

Sekedar info berdasarkan data dari dikti jumlah mahasiswa alumni Pakistan tercatat sebanyak 182 orang (http://ijazahln.dikti.go.id/v4/rekap_per_pt.php). Jumlah tersebut belum mencakup pelajar-pelajar Madrasah asal Indonesia. Sebagian besar saat ini mahasiswa Indonesia mengambil studinya di kampus International Islamic University Islamabad (IIUI). Adapun beberapa asatidz senior Pondok Gontor seperti pernah mengenyam pendidikan di University of Punjab yang berlokasi di kota Lahore. Adapun penulis yang memang alumni dari institusi tersebut sedikit banyak terinspirasi dari pengalaman-pengalaman beliau2 yang dulu sempat bercokol di negara yang sebelum kemerdekaannya menyatu dengan India.

BAHASA LOKAL PAKISTAN

Dikarenakan jajahan British, maka jangan heran bila di negara ini Bahasa Inggris digunakan pula di perkantoran Pakistan, yang mendampingi penggunaan bahasa nasionalnya yaitu Urdu. Adapun di beberapa daerah lainnya penggunaan bahasa daerah seperti Pashtoo, Punjabi, Sindhi, Seraiki dan yang lainnya masih seringkali digunakan. Namun di kota-kota besar pada umumnya penduduk bisa berbahasa Urdu dan Inggris.

Namun bila anda ingin naik taksi atau berbelanja di Pasar-pasar Rakyat (Bazzar) akan lebih baik bila anda menggunakan bahasa Urdu. Kalaupun tidak memungkinkan, cobalah ajak juga orang yang bisa berbahasa lokal supaya kendala bahasa bisa terminimalkan. Jangan heran bila para pedagang ketika melihat wajah yang asing, mereka otomatis memberi harga yang mahal. So, supaya dapat taksi dan barang-barang dengan harga murah, berbahasa Urdu-lah dan tawar balik harga dengan harga yang lebih rendah dan reasonable :)

To be continued…

Ketika Pilihan Itupun Jatuh

Posted: October 31, 2009 in Uncategorized

Setiap manusia memiliki hal yang dipikirkan dalam hidupnya. Siapapun itu dari kalangan maupun dewasa, tentunya serta merta mempunyai rasa ingin tahu akan sesuatu. Lalu bagaimana dengan prioritas?

Prioritas disini diartikan sebagai sesuatu yang dikedepankan. Apapun itu. Misalnya untuk seorang pelajar, apa yang akan ia harus targetkan lebih dahulu? Belajar yang sungguh-sungguh atau maen game? :-p. Tentunya pilihan kita harus dipikirkan matang-matang. Karena konsukuensi dari tindakan kita, akan berakibat sedikit banyak pada masa depan kita.

So…Tunggu apa lagi? Sudahkah kita buat skala prioritas? Sudahkah kita siapkan dan matangkan mental kita untuk mempertanggungjawabkan pilihan kita? Pikirkanlah baik-baik. Belajar pula dari pengalaman baik ataupun buruk sekalipun agar berjalan lebih hati-hati di jalan tapak depan mata kita. Meski hidup tak selalu sesuai dengan yang ada di harap dan impian, tetaplah minimalisir kemungkinan-kemungkinan yang buruk di masa depan. Then..Live your life! And don’t give up.

Islamabad, 1 November 2009

Hanya ini

Posted: September 14, 2009 in Poems, puisi
Tags: , , ,

Rasa itu perlahan muncul..
Menyapa diri yang lunglai termakan zaman
Hari ini..Detik ini..
Kuinginkan pelukMU..
Kuinginkan cintaMU yang seringkali kuhempaskan..

Hari-hari limpahan cintaMU perlahan bertolak..
Namun mengapa aku baru sadari, baru kunikmati keindahannya?

Rabbi…
Biarkan detik-detik akhir itu menjadi milikku pula..
Meski tubuhku kini tak mampu sembahkan saum tubuhku dari lapar dan haus..
Namun..Kumohon terimalah saum-saum diamku, saum-saum dari godaan hawa nafsu yang coba bajak diriku bajak mata, telinga dan hati..Dan dari raungan nafsu lain yang meronta..

Terimalah ya Rabb..
Pintaku padaMU..
Kemana lagi kuharus mengharap selain MU?
Islamabad, 14 sept 2009